Panas menjelang Munas Koperasi Perawat Indonesia

30 Maret 2016.

Bagaimana ini..belum apa apa sudah ribut dan gaduh??

Adanya rencana keinginan dari para Perawat Indonesia untuk mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan baik Rumah Sakit atau Klinik semakin menjadi polemik dan menjadi pembahasan yang sangat panas.

Diskusi pembahasan mengenai rencana pembangunan fasyankes baik secara terbuka di grup media sosial dan di grup khusus WA Koperasi Perawat Indonesia semakin tambah panas dan menegangkan, para Perawat saling memberikan masukan dan saling bertukar informasi mengenai program dan rencana dari Koperasi Perawat Indonesia yang akan di bahas dalam Munas Koperasi Indonesia pada tanggal 12 Mei 2016 di, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.

Diskusi yang berlangsung dari para Perawat yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan berbagai kalangan semakin memanas menjelang perhelatan acara Munas yang akan membahas mengenai finalisasi AD/ART, kepengurusan, Iuran, investasi tambahan, keanggotaan, program dan materi agenda lainnya yang masih di matangkan oleh tim panitia.

Bendahara sementarapun terus merekap jumlah iuran yang masuk termasuk dana potensial dari para investor tambahan, dan berikut rekapitulasi laporan dana yang sudah masuk yang nantinya akan di gunakan dalam pembukaan rekening dan penyetoran dana awal  Koperasi Perawat Indonesia.

REKAP IURAN POKOK & BULANAN
‪#‎KoperasiPerawatIndonesia‬

IURAN POKOK (300 ribu sekali bayar)
1. Nurudin 300 rb
2. Edy Wuryanto 300
3. Sugeng Riyadi 300 rb
4. Sukartana 300 rb
5. Nurdiono 300 rb
6. Tian Maemunah 300 rb
7. Mahmud 300 rb
8. Edy Soesanto 300 rb

IURAN BULANAN (100 rb/bulan)
1. Nurudin 1,2 jt
2. Edy Wuryanto 1,2 jt
3. Sugeng Riyadi 1,2 jt
4. Sukartana 1,2 jt
5. Nurdiono 6 jt
6. Tian Maemunah 1,2 jt
7. Mahmud 300 rb
8. Edy Soesanto 1,2 jt

Total Saldo= 15.900.000 IDR

Salam Hormat,
Sugeng Riyadi
Bendahara II

Dan berikut daftar sementara potensial dana investasi yang sudah masuk dan rencananya akan di finalkan investasinya pada tahun 2017.

1. Nurdiono, Lampung ( 100 Juta ).
2. Edy Wuryanto, Demak ( 100 juta )
3. Nurudin, Qatar ( 100 juta ).
4. Edy Soesanto, Semarang.
5. Attaufik Wisnu, Saudia.
6. Toto Wijaksono.

Total sementara potensial dana investasi : 300 juta dan semua informasi mengenai kegiatan pengumpulan dana akan di update di website www.koperasiperawat.com

Mari kita ribut dan gaduh untuk menggapai cita cita bersama melalui program Koperasi Perawat Indonesia dengan bersinergi mencari solusi demi Perawat Indonesia.

Leave a Reply