Kenapa tidak Korporasi?koq malah Koperasi?

Dalam sebuah diskusi awal ketika adanya rencana pendirian sebuah badan atau lembaga yang bisa di gunakan perawat yang mempunyai visi, misi dan tujuan dalam rangka mengembangkan potensi dengan program program yang bisa di implementasikan dalam sektor riil, khususnya sektor usaha bidang kesehatan seperti pendirian fasilitas pelayanan kesehatan, sempat di bahas mengenai jenis badan hukumnya.

Kenapa tidak Korporasi tapi lebih memilih ke Koperasi?

Suatu hari dalam perbincangan di telephone bersama salah satu senior saya, yang saya kenal dalam sebuah acara Diaspora Indonesia yang di laksanakan di jakarta, bapak Nurdiono kami membahas begitu banyak hal mengenai program ini.

Sebagai orang yang sudah penuh dengan pengalaman dan juga mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada dalam bidang ekonomi, saya merasakan begitu mudahnya saya memahami mengenai pembicaraan tentang perbedaan antara Korporasi dan Koperasi.

Selain mendapatkan banyak informasi dari media internet online, saya juga mencoba membandingkan dengan pengalaman dan apa yang telah saya lakukan sampai saat ini.

Kami diskusi cukup lama membahas tentang badan usaha yang terbaik yang bisa memfasilitasi semua elemen.

Korporasi atau Perusahaan sudah sangat jelas skemanya, dimana pemegang saham atau stakeholdernya sangat terbatas dan mengedepankankan kekuatan finansial, kepemilikan sahampun akan menentukan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu dalam sebuah perusahaan siapa yang mempunyai saham yang lebih besar biasanya akan memegang jabatan strategis seperti CEO, dll.

Ada juga beberapa perusahaan yang di sepakati mempunyai kepemilikan saham yang besarnya sama rata atau equel, namun dalam pengambilam keputusan, khususnya keputusan penting biasanya akan di tentukan oleh CEO atau pemimpin perusahaan yang di tunjuk.

Selain itu, untuk menjadi bagian pemegang saham atau stakeholder dalam perusahaan tersebut tidak begitu mudah, harus melalui RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham yang tentunya akan memerlukan kesepakatan setelah melalui beberapa kali meeting diantara para pemegang sahamnya.

Bagaimana dengan Koperasi sendiri?

Koperasi itu di bentuk oleh gabungan individu, koperasi atau perusahaan yang mempunyai tujuan yang sama dalam bidang usaha yang bisa di jalankan bersama sama dan demi kepentingan bersama.

Dalam Koperasi tidak mengenal adanya keputusan berada di CEO, atau pengurus namun keputusan tertinggi ada di Rapat Anggota dan dalam Koperasi tidak ada kekuatan finansial individual yang akan menguasai karena semua anggota mempunyai hak yang sama dan mempunyai hak suara untuk menyatakan pendapat dan juga mengikuti voting, one man one vote.

Ketika sebuah Koperasi berjalan dan beroperasional dengan program program kerjanya maka Koperasi masih bisa menerima keanggotaan secara terbuka dan mudah sesuai AD/ART yang di sepakati oleh Koperasi tersebut.

Kemudian, dalam pelaksanaan programnya agar tetap mengikuti peraturan yang berlaku dan inline dengan program kerja Koperasi, Misalnya Koperasi yang programnya ke arah usaha akan membuat badan khusus untuk izinnya seperti pembuatan Perusahaan, CV dan jenis perusahaan lainnya.

Disinilah kelebihan Koperasi jika di bandingkan dengan Korporasi, di mana ketika Perusahaan yang di miliki Koperasi terus mengembangkan bidang usaha yang menjadi bagian dari program kerja Koperasi, selama itu pula Koperasi masih terus bisa menerima keanggotaan dengan lebih mudah tanpa harus melalui rapat khusus.

Selain itu, Koperasi adalah wadah bersosialisasi, berorganisasi dan menjadi tempat sharing sekaligus pembelajaran secara action oriented secara bersama sama agar bisa membentuk seseorang mempunyai jiwa mandiri, berjiwa entrepreneur, berjiwa sosial tinggi dalam kebersamaan yang akan memunculkan probadi pribadi yang kuat, tangguh dan pantang menyerah..karena seorang Pengusaha adalah seorang ” PEJUANG ”

Di tulis oleh : Nurudin BS

Leave a Reply